Tiga Orang Tewas Ditembak di Arkansas AS, Termasuk Polisi

Tiga Orang Tewas Ditembak di Arkansas AS, Termasuk Polisi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 12 Mei 2017 11:47 WIB
Tiga Orang Tewas Ditembak di Arkansas AS, Termasuk Polisi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Arkansas - Insiden penembakan terjadi negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Tiga orang tewas ditembak, termasuk seorang polisi pada Kamis (11/5) waktu setempat.

James Bowden, tersangka pelaku penembakan telah ditangkap polisi. Pria berumur 32 tahun itu diyakini telah menembak seorang deputi sheriff berumur 46 tahun beserta dua orang lainnya di wilayah Yell County.

Awalnya, Letnan Kevin Mainhart datang untuk merespons panggilan telepon mengenai gangguan di sebuah rumah di dekat Dardanelle, yang berlokasi sekitar 105 kilometer barat Little Rock. Mainhart ditembak mati setelah dia menghentikan sebuah mobil. Dia menghentikan mobil tersebut karena mendapat informasi mengenai sebuah kendaraan yang terkait dengan laporan soal gangguan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mainhart menembakkan Taser ke tersangka, yang membalas dengan menembak polisi tersebut. Akibat tembakan itu, polisi tersebut terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Namun dia dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit.

"Deputi tersebut datang untuk bertugas pagi tadi tanpa menyadari bahwa ini akan menjadi tugas terakhirnya," ujar juru bicara Kepolisian Negara Bagian Arkansas Bill Sadler seperti dilansir NBC News, Jumat (12/5/2017).

"Malam ini, kami mengirimkan simpati paling mendalam kami untuk keluarga Letnan Kevin Mainhart dari Departemen Kepolisian Yell County, yang ditembak dan tewas dalam tugas hari ini," kata Gubernur Arkansas Asa Hutchinson dalam sebuah statemen.

Bowden akhirnya ditangkap setelah terjadi ketegangan selama lima jam dengan kepolisian di rumah, tempat dia membunuh dua wanita dan menyandera seorang wanita lainnya. Wanita ketiga itu akhirnya bisa selamat tanpa mengalami luka-luka. Belum diketahui motif penembakan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads