Dilansir dari AFP, Jumat (12/5/2017), PBB siap mengambil alih keadaan di Guinea-Bissau seandainya keadaan semakin memburuk.
Negara kecil Guinea-Bissau ada dalam konflik perebutan kekuasaan sejak Agustus 2015. Terutama saat Presiden Vaz memecat Domingos Simoes Pereira, pemimpin Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde (PAIGC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DK PBB lantas meminta Vaz menunjuk seorang perdana menteri yang seleksinya sesuai dengan Kesepakatan Conakry.
"Krisis tersebut sebagai akibat ketidakmampuan para pemangku kepentingan politik untuk mencapai solusi abadi dan konsensual, yang menyebabkan kemacetan saat ini," ujar Dewan dalam pernyataannya. (rna/rna)











































