Moon mengatakan bahwa Korut harus berhenti membuat provokasi, sebelum ketegangan terkait pengerahan sistem antirudal AS di Korsel bisa diselesaikan.
Moon yang baru dilantik menjadi presiden itu, berjanji akan meninjau ulang pengerahan sistem antirudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang ditentang oleh China tersebut. THAAD dikerahkan untuk pamer kekuatan dalam menghadapi provokasi yang terus dilakukan Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah China telah menentang keras pengerahan sistem antirudal canggih milik AS tersebut. Alasannya, itu bisa mengganggu keseimbangan keamanan regional dan tak banyak berguna untuk menghadapi ancaman yang ditimbulkan dari program nuklir dan rudal Korut.
"Presiden Moon mengatakan isu THAAD bisa diselesaikan ketika tak ada lagi provokasi lebih lanjut oleh Korut," imbuh Yoon.
Ini merupakan kontak langsung pertama antara Moon dengan Xi. Dalam pidato pertamanya sebagai presiden usai dilantik pada Rabu (10/5), Moon mengatakan dirinya akan segera memulai upaya untuk meredakan ketegangan di semenanjung Korea, dan bernegosiasi dengan Washington dan Beijing untuk meredakan ketegangan terkait pengerahan THAAD.
Bahkan Moon mengatakan, dirinya siap pergi ke Korut "jika kondisinya tepat".
AS dan Korsel memulai pengerahan sistem THAAD pada Maret lalu dan telah beroperasi sejak itu. Pemerintah China memandang pengerahan sistem THAAD tersebut sebagai ancaman bagi keamanannya. China pun menyerukan penarikan mundur sistem THAAD. (ita/ita)











































