Seperti dilansir AFP, Rabu (10/5/2017), ledakan ini terjadi di wilayah San Isidro, Puebla pada Senin (8/5) malam waktu setempat. San Isidro merupakan desa pertanian terpencil yang hanya terdiri atas 40 rumah warga.
Warga desa San Isidro marak menyalakan kembang api dalam rangka festival keagamaan setempat. Salah satu kembang api jatuh ke atas atap salah satu rumah dan memicu ledakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikitnya 14 orang tewas akibat ledakan itu. Sembilan orang tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan lima orang lainnya tewas saat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
Nahas, terdapat 11 anak-anak yang ikut menjadi korban jiwa. "Mereka anak-anak berusia antara 4 tahun hingga 15 tahun," sebut pernyataan otoritas Puebla.
Sekitar 22 orang lainnya, termasuk tiga anak-anak, mengalami luka-luka akibat ledakan ini. "Ini tragedi. Kebanyakan dari mereka tewas karena tertimpa atap yang roboh. Kebanyakan dari mereka tewas tertimbun," tutur pejabat pada kantor Gubernur Puebla, Javier Lozano.
Via Twitter, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban. "Belasungkawa untuk keluarga dan warga setempat yang kehilangan nyawa mereka dalam insiden tragis ini," ucap Nieto.
(nvc/nwk)











































