ISIS Rilis Video Pemenggalan Agen Intelijen Rusia di Suriah

ISIS Rilis Video Pemenggalan Agen Intelijen Rusia di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Mei 2017 17:15 WIB
ISIS Rilis Video Pemenggalan Agen Intelijen Rusia di Suriah
Foto: Twitter/SITE Intel Group
Damaskus - Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali merilis sebuah video pemenggalan. Sosok yang dipenggal dalam video itu disebut sebagai agen intelijen Rusia yang ditangkap di Suriah.

Disampaikan organisasi pemantau militan SITE yang berbasis di Amerika Serikat (AS), seperti dilansir Reuters, Selasa (9/5/2017), video yang dirilis ISIS itu berdurasi 12 menit dan berbahasa Rusia.

Video ini dirilis bertepatan saat digelarnya parade militer untuk memperingati 'Victory Day', kemenangan Rusia, saat itu masih Uni Soviet, atas Nazi Jerman dalam perang tahun 1945. Kementerian Pertahanan Rusia dan dinas keamanan FSB belum bersedia mengomentari video ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video itu terlihat seorang pria mengenakan seragam terusan warna hitam, sedang berlutut di suatu lokasi bernuansa gurun pasir. Pria itu mendorong agen-agen intelijen Rusia lainnya untuk menyerahkan diri.

"Idiot ini mempercayai janji-janji negaranya yang tidak akan meninggalkannya jika dia tertangkap," ucap seorang narator dalam video itu.

Adegan selanjutnya menampilkan seorang pria brewok yang memenggal pria berpakaian serba hitam itu dengan pisau.

Keaslian video itu serta identitas pria yang dipenggal belum bisa dipastikan. Tidak diketahui pasti kapan pemenggalan itu terjadi. SITE melaporkan, ISIS mengklaim pria yang dipenggal dalam video itu sebagai agen intelijen Rusia yang ditangkap di Suriah.

Militer Rusia memang selama ini mendukung pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah. Rezim Assad bertempur melawan militan dan kelompok pemberontak yang berusaha melengserkannya.

Video pemenggalan ISIS itu juga menunjukkan beberapa adegan yang disebut sebagai suasana usai pengeboman Rusia via udara di Suriah. Dalam keterangan beberapa waktu lalu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut ada 30 tentaranya yang tewas sejak operasi Rusia digelar di Suriah pada September 2015.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads