Hubungan Memanas, Suasana Perbatasan Korut-Korsel Tenang

Laporan dari Korea Selatan

Hubungan Memanas, Suasana Perbatasan Korut-Korsel Tenang

M Aji Surya* - detikNews
Selasa, 09 Mei 2017 14:54 WIB
Hubungan Memanas, Suasana Perbatasan Korut-Korsel Tenang
Barikade yang membatasi jalan penghubung Korut dan Korsel (detikcom/Aji Surya)
Seoul - Ketegangan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) semakin meningkat beberapa waktu terakhir. Namun suasana di perbatasan kedua negara menunjukkan sebaliknya. Suasana tenang mendominasi desa-desa perbatasan kedua negara.

Pantauan detikcom pada Selasa (9/5) waktu setempat, suasana di desa Imjingak yang terletak di perbatasan kedua Korea cenderung sepi dan tenang. Tidak terlihat senjata maupun kendaraan militer besar yang menunjukkan suasana menjelang perang seperti ramai diberitakan media.

Desa Imjingak masuk wilayah kota Paju, Provinsi Gyeonggi, Korsel bagian utara. Desa ini berjarak sekitar 40 kilometer dari ibu kota Seoul. Saat detikcom mendatangi desa Imjingak, suasananya tenang meskipun Korsel sedang ramai menggelar pemilihan presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut foto-foto suasana desa perbatasan Korut dan Korsel pada Selasa (9/5) waktu setempat:

Sepi dan Tenang Menyelimuti Desa Perbatasan Korut-Korsel

Jalan raya penghubung Korut-Korsel tampak lengan (Foto: detikcom/Aji Surya)
Suasana sehari-hari di Imjingak tidak jauh berbeda seperti hari Selasa (9/5) ini. Meski ada di wilayah perbatasan, warga dan turis masih bebas berjalan-jalan. Di beberapa lokasi bahkan dibebaskan mengambil foto.

Berbagai monumen dan patung untuk mengenang Perang Korea banyak terdapat di Imjingak. Anak-anak tampak asyik bermain di area yang juga menjadi tempat rekreasi warga Korsel ini.

Sungai Imjin Memisahkan Korut dan Korsel

Wilayah Korut ada di sberang Sungai Imjin dan bisa terlihat dari desa Imjingak (Foto: detikcom/Aji Surya)
Sungai Imjin, sungai terbesar ke-7 di Korsel, yang memisahkan kedua Korea mengalir di desa ini. Dengan lebar sungai yang hanya mencapai 60 meter, suasana di wilayah Korut bisa terlihat langsung dari Imjingak. Rumah-rumah di wilayah perbatasan Korut terlihat jelas di seberang sungai.

Pos pemantau di perbatasan Korut dan KorselPos pemantau di perbatasan Korut dan Korsel Foto: detikcom/Aji Surya


Pos-pos pemantau perbatasan tersebar di sepanjang sungai. Hanya terlihat 1-2 tentara Korsel yang berjaga. Jalan raya yang menghubungkan Korut dengan Korsel tampak lengang dengan dibatasi oleh barikade.

Kawat berduri di perbatasan dipasangi pita harapan oleh wargaKawat berduri di perbatasan dipasangi pita harapan oleh warga Foto: detikcom/Aji Surya


Kawat berduri membentang di perbatasan dengan di bawahnya terpasang banyak pita warna-warni, yang disebut sebagai 'pita harapan' oleh warga setempat. Mereka berharap agar perang tidak terjadi kembali. Hingga kini, banyak keluarga yang terpisah akibat Perang Korea yang memisahkan Korut dan Korsel.

Monumen Lokomotif Saksi Bisu Sejarah Perang Korea

Lokomotif uap era Perang Korea menjadi saksi bisu sejarah (Foto: detikcom/Aji Surya)
Di antara monumen-monumen yang tersebar, ada satu yang menarik, yakni sebuah lokomotif kereta uap yang sudah usang. Lokomotif ini menjadi simbol sejarah tragis pemisahan Korut dan Korsel. Lokomotif ini sedang melaju meninggalkan zona demiliterisasi (DMZ) saat anjlok dari rel karena terkena bom saat Perang Korea.

Jembatan yang menjadi penyambung jalur kereta Korut-Korsel terputus usai Perang KoreaJembatan yang menjadi penyambung jalur kereta Korut-Korsel terputus usai Perang Korea Foto: detikcom/Aji Surya


Rangkaian kereta ini dihancurkan di Stasiun Jangdan, Paju, setelah dicurigai membawa material perang ke Pyongyang. Terdapat 1.020 lubang bekas peluru yang tersebar di bangkai lokomotif itu. Salah satu roda kereta yang bengkok menggambarkan bagaimana kejinya situasi saat itu.

Rel kereta yang tadinya menghubungan Korsel dengan Korut terputus di ImjingakRel kereta yang tadinya menghubungkan Korsel dengan Korut terputus di Imjingak Foto: detikcom/Aji Surya


Tidak hanya lokomotif kereta ini yang menjadi saksi bisu konflik kedua Korea. Jalur kereta yang sebelumnya menghubungkan wilayah Korsel dengan Korut, terputus begitu saja di tengah jalan setelah Perang Korea.

Turis Bisa 'Mengintip' ke Wilayah Korut

Wilayah Korut bisa 'diintip' dengan teropong dari Imjingak (Foto: detikcom/Aji Surya)
Mereka yang mengunjungi desa Imjingak bisa 'mengintip' wilayah Korut dengan teropong yang di ada area pengamatan untuk turis. Suasana wilayah Korut di seberang Sungai Imjin terasa sunyi. Tidak banyak aktivitas terlihat.

Di salah satu area di Imjingak tertulis keterangan yang intinya berbunyi: "Risiko apapun ditanggung sendiri!".

*M Aji Surya adalah WNI yang tinggal di Seoul, Korea Selatan.
Halaman 2 dari 5
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads