Pemantau OSCE Dilecehkan Pria Bersenjata di Area Konflik Ukraina

Pemantau OSCE Dilecehkan Pria Bersenjata di Area Konflik Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Mei 2017 17:17 WIB
Pemantau OSCE Dilecehkan Pria Bersenjata di Area Konflik Ukraina
Ilustrasi (AFP PHOTO/ GENYA SAVILOV)
Kiev - Seorang wanita yang bertugas sebagai pemantau untuk Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) mengalami tindak pelecehan seksual di Ukraina Timur. Pelecehan terjadi saat wanita ini terjun ke wilayah konflik yang dikuasai separatis pro-Rusia.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/5/2017), juru bicara OSCE mengkonfirmasi insiden ini terjadi di wilayah Ukraina yang dikuasai separatis yang didukung Rusia. Seorang pria bersenjata yang tidak diketahui identitasnya disebut sebagai pelaku pelecehan seksual itu.

"Seorang pria bersenjatakan senapan serbu (AK-47) melecehkan secara seksual seorang perempuan anggota patroli dan mengancam akan melarang patroli itu bergerak ke arah timur, dari Petrivske menuju Rozdolne, hingga permintaannya dipenuhi," demikian pernyataan OSCE.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mobil Patroli Keamanan Eropa Injak Ranjau Darat di Ukraina

OSCE menyebut rombongan patroli itu akhirnya meninggalkan lokasi lewat jalur berbeda. Namun OSCE tidak menjelaskan secara spesifik soal insiden pelecehan yang terjadi.

Para pemantau OSCE secara rutin melakukan patroli di wilayah konflik di Ukraina Timur. Patroli dilakukan tanpa senjata api. OSCE merupakan satu-satunya misi internasional yang berada di medan konflik ini. Mereka bertugas mengamati penerapan kesepakatan perdamaian pada Februari 2015, yang diabaikan kebanyakan separatis pro-Rusia.

Bulan lalu, seorang pemantau berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) tewas saat melakukan patroli di Ukraina Timur. Pemantau yang merupakan tenaga medis itu tewas akibat ledakan ranjau di wilayah konflik.

Baca juga: 1 Warga AS Tewas Akibat Ledakan di Ukraina Timur

Kematian itu merupakan yang pertama kali terjadi dari kalangan pemantau, selama 3 tahun konflik pecah di Ukraina Timur.

Konflik antara tentara Ukraina dengan separatis pro-Rusia terus berlangsung sejak pecah pada April 2014 lalu. Otoritas Ukraina dan negara-negara Barat menuding Rusia sengaja memancing konflik di wilayah tersebut. Rusia bahkan dituding mengerahkan tentara dan persenjataan ke perbatasan Ukraina. Rusia menyangkal mentah-mentah tudingan itu.

(nvc/ita)


Berita Terkait