Proposal permintaan pasukan tambahan tersebut akan disampaikan Departemen Pertahanan AS alias Pentagon kepada Presiden Trump pekan depan.
Sebelumnya media-media AS telah melaporkan, bahwa Pentagon akan meminta tambahan antara 3 ribu dan 5 ribu personel, yang akan membantu dan menjadi penasihat unit-unit militer dan polisi Afghanistan dalam memerangi para militan Taliban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harapkan proposal ini akan sampai ke presiden pada pekan depan," ujar Theresa Whelan, Pjs Wakil Menteri Pertahanan untuk Operasi Khusus, Theresa Whelan, di depan Komite Dinas Bersenjata Senat AS seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (5/5/2017).
Diimbuhkan Whelan, tujuan pengerahan pasukan tambahan tersebut adalah untuk mengakui bahwa Afghanistan merupakan mitra yang snagat penting bagi AS di wilayah yang sangat sulit tersebut.
AS saat ini menempatkan sekitar 8.400 tentara di Afghanistan, dengan sekitar 5 ribu tentara lainnya dari negara-negara sekutu NATO. Pada akhir 2014, koalisi yang dipimpin AS secara resmi telah mengumumkan berakhirnya operasi militer terhadap Taliban di Afghanistan. Militer AS menyatakan bahwa misinya saat ini adalah "melatih, menasihati dan membantu" pasukan Afghanistan.
(ita/ita)











































