Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017), seruan ini mengindikasikan ISIS di Mesir mungkin akan meningkatkan serangan terhadap tempat-tempat maupun lokasi yang disebut sebagai 'target sah' itu.
Pada April lalu, dua pengebom bunuh diri ISIS menewaskan sedikitnya 45 orang di dua gereja berbeda yang ada di kota Tanta dan Alexandria. Ledakan bom bunuh diri itu tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan yang terjadi di Mesir dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS terus meningkatkan serangan menargetkan warga minoritas di Mesir. Serangan teror semacam ini merupakan tantangan langsung terhadap Presiden Abdel Fattah al-Sisi, yang telah berjanji untuk melindungi warga minoritas dari ekstremisme.
Kelompok ISIS di wilayah Mesir yang menamai dirinya Sinai Province, beberapa waktu terakhir memperluas target serangan hingga ke luar wilayah Sinai. Perluasan target ini menambah tekanan bagi otoritas Mesir dan meningkatkan tantangan bagi otoritas keamanan setempat.
(nvc/ita)











































