Iran Serukan Aksi Global Atas Dukungan Arab Saudi Untuk Ekstremis

Iran Serukan Aksi Global Atas Dukungan Arab Saudi Untuk Ekstremis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 05 Mei 2017 13:19 WIB
Iran Serukan Aksi Global Atas Dukungan Arab Saudi Untuk Ekstremis
Foto: Internet
New York - Duta Besar (Dubes) Iran untuk PBB, Gholam-Ali Khoshrou menyerukan komunitas global untuk mengambil tindakan atas dukungan Arab Saudi untuk terorisme dan ekstremisme.

"Penting bagi komunitas internasional untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memaksa Arab Saudi menghentikan dukungan sembrononya terhadap terorisme dan ekstremisme di wilayah dan seluruh dunia," demikian ditulis Khoshrou dalam surat untuk Sekjen PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir media Press TV, Jumat (5/5/2017).

"Kami tak punya keinginan, ataupun minat, dalam eskalasi ketegangan di lingkungan kami," tulis Khoshrou dalam surat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diplomat Iran itu pun menekankan kesiapan Teheran untuk melakukan dialog dengan Saudi guna mengkampanyekan perdamaian regional, meskipun adanya komentar-komentar "tak sah dan menghasut" oleh wakil putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman Al Saud terhadap Iran.

Sebelumnya pada Selasa (2/5) waktu setempat, Mohammed bin Salman Al Saud yang juga menjabat Menteri Pertahanan Saudi, menolak berhubungan dengan Iran setelah Teheran mengumumkan kemungkinan meredakan ketegangan, jika Riyadh menghentikan operasi militernya di Yaman.

Salman Al Saud pun menekankan, pembicaraan dengan Iran adalah mustahil karena Teheran bertujuan untuk "menguasai dunia muslim."

Beberapa jam sebelumnya di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, pemerintah Iran siap menormalisasi hubungan dengan Riyadh jika kerajaan tersebut menghentikan serangan-serangan militernya terhadap Yaman dan berhenti mendukung kelompok-kelompok ekstremis.

Militer Saudi mulai menggempur Yaman sejak Maret 2015 untuk memerangi kelompok pemberontak Houthi. Aksi militer tersebut juga bertujuan untuk mengembalikan kekuasaan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang didukung negara-negara Barat. Sejauh ini, agresi militer Saudi tersebut dilaporkan telah merenggut lebih dari 12 ribu nyawa, kebanyakan warga sipil. (ita/ita)


Berita Terkait