Kekerasan pun terus mewarnai aksi-aksi demo yang telah berlangsung lebih dari sebulan itu. Dalam aksinya, para demonstran memprotes rencana Maduro untuk menyusun ulang konstitusi. Massa demonstran juga menuntut pengunduran diri Maduro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat setempat mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/5/2017), lebih dari 300 orang luka-luka dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu (3/5) waktu setempat. Saat itu, aparat polisi menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap para demonstran yang memenuhi jalan raya di Caracas timur. Para demonstran pun membalas dengan melemparkan batu-batu dan bom Molotov.
Kerusuhan dan kekerasan terus meluas. Di kota Valencia, Venezuela utara, penjarahan kembali terjadi untuk dua malam berturut-turut. Di ibukota Caracas, seorang demonstran terbakar ketika para demonstran lainnya membakar sebuah motor militer. Seorang demonstran tertabrak sebuah kendaraan lapis baja.
Aksi demo yang marak dalam sebulan terakhir telah menyebabkan penutupan sementara banyak sekolah dan tempat-tempat usaha. Kehidupan malam di Caracas yang biasanya ramai pun, kini telah mati akibat kekhawatiran terjadinya kekerasan dan penjarahan.
(ita/ita)










































