Dalam peristiwa itu, dua crane bertabrakan di galangan kapal yang berada di pelabuhan Geoje, tempat berlangsungnya proyek tersebut. Akibatnya, bagian crane berukuran 60 meter berbobot 32 ton itu jatuh menimpa tempat istirahat para pekerja di bawahnya.
Enam orang tewas dan 25 orang luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada Senin (1/5/2017) waktu setempat. Seluruh pekerja tersebut tengah mengerjakan proyek untuk Total, yang dipesan pada Desember 2012. Galangan kapal itu dioperasikan oleh Samsung Heavy Industries, bagian dari raksasa Samsung Group, konglomerasi terbesar di Korea Selatan.
Atas musibah itu, Presiden Samsung Heavy Industries, Park Dae-Young menyampaikan permohonan maaf untuk para korban dan keluarga mereka. Dia pun berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi mereka yang menjadi korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pihak Samsung meyakini kecelakaan ini terjadi akibat adanya masalah komunikasi antara para pengemudi crane dan orang yang bertanggung jawab memberikan tanda. Para pengemudi crane di galangan kapal tersebut sangat bergantung pada walkie-talkie untuk mendengarkan instruksi.
Menurut kantor berita Yonhap mengutip seorang pejabat perusahaan, Samsung tidak pernah mengalami kecelakaan besar selama beberapa tahun terakhir. Insiden ini pun menjadi pukulan baru bagi kelompok usaha besar tersebut.
Atas kejadian itu, kepolisian menyatakan bahwa 12 pengemudi crane tengah diselidiki terkait kemungkinan kesalahan operasional atau pelanggaran aturan keselamatan. (ita/ita)











































