Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/4/2017), ledakan bom pipa ini terjadi pada Jumat (28/4) malam di sebuah lokasi berjarak 5 kilometer dari kompleks tempat digelarnya KTT ASEAN yang dijaga ketat.
Namun pemerintah Filipina mengesampingkan dugaan bahwa ledakan bom pipa ini terkait dengan pertemuan para kepala negara ASEAN itu. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga menghadiri pertemuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memastikan kepada rakyat bahwa langkah keamanan telah diambil dalam acara hari ini dan kami meminta publik untuk memahami dan bekerja sama dalam hal ini," imbuhnya.
Foto: AFP Photo/NOEL CELIS |
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Belum ada satupun tersangka yang ditangkap terkait ledakan ini.
Kepolisian setempat tengah menyelidiki dugaan bahwa ledakan bom ini merupakan serangan balas dendam. Juru bicara kepolisian setempat, Kimberly Molitas menuturkan, awal pekan ini, sebuah serangan terjadi di area yang sama dengan seorang kerabat salah satu korban luka melontarkan ancaman secara publik.
Molitas menyebut ledakan berasal dari sebuah 'bom pipa rakitan'. Bom pipa itu diisi dengan peledak berdaya ledak rendah.
Dari 14 korban luka, sebanyak enam orang di antaranya sempat menjalani perawatan medis atas luka ringan dan telah diperbolehkan pulang. Sedangkan 8 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dua orang di antaranya mengalami luka serius.
(nvc/try)












































Foto: AFP Photo/NOEL CELIS