Ini Alasan NASA Akhiri Misi 20 Tahun Pesawat Luar Angkasa Cassini

Ini Alasan NASA Akhiri Misi 20 Tahun Pesawat Luar Angkasa Cassini

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Apr 2017 14:47 WIB
Ini Alasan NASA Akhiri Misi 20 Tahun Pesawat Luar Angkasa Cassini
Ilustrasi pesawat luar angkasa Cassini saat mengorbit Saturnus (Courtesy NASA/JPL-Caltech/Handout via REUTERS)
Washington DC - Pesawat luar angkasa Cassini mengorbit Planet Saturnus selama 13 tahun terakhir, setelah menghabiskan 7 tahun melintasi Tata Surya. NASA memutuskan untuk mengakhiri misi yang telah berlangsung 20 tahun ini karena semakin menipisnya bahan bakar roket yang menggerakkan Cassini.

"Pesawat luar angkasa itu kekurangan bahan bakar roket yang digunakan untuk menyesuaikan perjalanannya," demikian seperti dilansir situs resmi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Rabu (26/4/2017).

"Jika dibiarkan begitu saja, situasi ini akhirnya akan mencegah operator misi untuk mengendalikan arah pesawat luar angkasa," imbuh NASA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, NASA memutuskan untuk menabrakkan Cassini ke permukaan Saturnus. Kontak terakhir Cassini dengan Bumi akan terjadi pada 15 September mendatang. Begitu masuk ke atmosfer Saturnus, Cassini akan terbakar seperti meteor dan menjadi bagian planet bercincin itu.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa Cassini Akhiri 20 Tahun Misi di Saturnus

Salah satu alasan NASA menabrakkan Cassini ke permukaan Saturnus dipicu oleh data dari dua bulan yang mengorbit Saturnus, yakni Enceladus dan Titan, yang menunjukkan potensi tanda-tanda penyokong kehidupan. Pada awal misi, Cassini melepaskan satelit Huygen yang mendarat di Titan, yang kemudian mengirimkan data keberadaan air di bawah permukaannya.

"Demi menghindari kemungkinan tidak pasti bagi Cassini untuk suatu hari bertabrakan dengan salah satu bulan itu, NASA memilih untuk dengan aman membuang pesawat luar angkasa di atmosfer Saturnus," terang NASA.

"Ini memastikan Cassini tidak bisa mengkontaminasi kajian habitat dan potensi kehidupan pada bulan-bulan ini di masa depan," imbuhnya.

Sebelum masuk ke atmosfer Saturnus, Cassini akan melakukan 22 manuver melewati cincin-cincin raksasa Saturnus. Pada momen itu, Cassini masih mampu mengumpulkan dan mengirimkan banyak informasi serta data berharga, yang sebelumnya terlalu berisiko untuk didapatkan.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa Cassini Butuh 7 Tahun Mencapai Saturnus

Cassini akan mengirimkan rincian pemetaan gravitasi dan medan magnetik Saturnus. Ini mungkin akan mengungkapkan bagaimana planet raksasa itu terbentuk secara internal. Ada juga kemungkinan Cassini akan membantu memecahkan misteri soal seberapa cepat Saturnus berotasi.

Manuver terakhir Cassini juga akan mengembangkan pengetahuan soal seberapa banyak material yang ada pada cincin-cincin Saturnus. Pendeteksi partikel Cassini akan mengambil sampel serpihan es yang membentuk cincin di sekeliling Saturnus itu. Terakhir, kamera pada Cassini akan mengambil foto cincin dan awan Saturnus dari jarak sangat dekat.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads