Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (24/4/2017), pengunduran diri kedua pejabat tinggi itu telah diterima oleh Presiden Ashraf Ghani.
"Menteri Pertahanan Abdullah Habibi dan Kepala Staf Militer Qadam Shah Shahim mengundurkan diri," demikian pernyataan Istana Kepresidenan Afghanistan melalui akun Twitter resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Total Korban Jiwa Serangan Taliban di Afghanistan Menjadi 140 Tentara
Saat itu, sekitar 10 militan Taliban yang mengenakan seragam militer Afghanistan dan mengemudikan kendaraan militer, berhasil masuk ke dalam kompleks pangkalan militer itu. Di dalam kompleks, mereka melepas tembakan ke arah tentara Afghanistan yang sedang makan.
Banyak tentara baru saja mengikuti ibadah salat Jumat di masjid setempat. Sedikitnya 140 tentara Afghanistan tewas dalam serangan itu. Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban tewas masih bisa bertambah, karena banyaknya korban luka.
Para penyerang menggunakan roket pelontar granat, senapan mesin dan rompi bunuh diri. Presiden Ghani menetapkan hari Minggu (23/4) sebagai hari berkabung nasional dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang.
Banyak warga Afghanistan mengecam pemerintah yang dianggap tidak mampu mencegah serangan itu. Sedikitnya 12 pejabat militer, termasuk dua jenderal, telah dicopot karena dianggap lalai usai serangan Taliban ini terjadi.
(nvc/try)











































