Seperti dilansir CNN, Senin (24/4/2017), keenam warga Israel itu telah diselidiki selama sebulan terakhir oleh otoritas Israel. Mereka ditangkap di kota Beer Sheva, Israel bagian selatan.
Dituturkan juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, bahwa keenam orang itu ditangkap terkait kecurigaan melakukan serangkaian serangan terhadap warga Palestina yang tinggal di Israel. Serangan itu diduga dilakukan sejak Desember 2016 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan kepolisian Israel bahwa enam orang itu juga dijerat dakwaan terkait teror. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal dakwaan tersebut.
Namun dakwaan kasus ini menyebut, salah satu warga Israel yang ditangkap, Raz Ben-Shalom Amitzur, selalu ingin menyerang warga Palestina yang kedapatan berkencan dengan wanita Yahudi. Dakwaan itu menyebut, Amitzur ingin memicu ketakutan dan kepanikan publik. Dia juga ingin mencegah terjalinnya hubungan personal antara pria Arab dan wanita Yahudi.
Dalam salah satu insiden yang terjadi Februari lalu, seperti disebut dakwaan itu, Amitzur mendekati sebuah mobil di Beer Sheva dan menyimpulkan bahwa pria di dalamnya seorang pria Arab dan si wanita penganut Yahudi. Amitzur mengeluarkan pisau dan menikam si pria.
Amitzur kembali menyerang pria Arab dalam insiden lainnya yang terjadi pada Maret lalu. Saat itu, Amitzur memergoki seorang pria Arab dan dua wanita Yahudi bersama-sama di dalam mobil. Dia mengeluarkan kunci inggris dan palu, kemudian memecahkan kaca jendela mobil itu. Tak hanya itu, Amitzur menyerang pria Arab itu dengan memukulnya di kepala.
(nvc/bpn)











































