Pertama Kali, Sekjen PBB Guterres Bertemu Trump di Gedung Putih

Pertama Kali, Sekjen PBB Guterres Bertemu Trump di Gedung Putih

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 22 Apr 2017 14:31 WIB
Pertama Kali, Sekjen PBB Guterres Bertemu Trump di Gedung Putih
Foto: REUTERS/Jim Lo Scalzo/Pool
Washington - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengadakan pertemuan singkat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Itu merupakan pertemuan pertama antara keduanya.

Guterres yang menggantikan Ban Ki-moon pada Januari lalu, juga bertemu dengan penasihat keamanan nasional AS, Jenderal H.R. McMaster. Pertemuan tersebut digelar pada Jumat (21/4) waktu setempat menjelang kunjungan para duta besar Dewan Keamanan PBB ke Washington pekan depan.

"Sekjen PBB melakukan pembicaraan menarik dan konstruktif mengenai kerjasama antara AS dan PBB," ujar juru bicara PBB, Stephane Dujarric seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diimbuhkannya, Guterres dan Trump setuju untuk bertemu kembali dalam waktu dekat ini.

Dujarric menolak menjelaskan lebih detail mengenai pertemuan tersebut. Namun dia menekankan pentingnya pertemuan tingkat tinggi tersebut.

"Itu hubungan yang penting dan kami sangat senang dengan terjadinya pertemuan tersebut," tandas juru bicara PBB tersebut.

Para duta besar Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan dengan Trump pada Senin, 24 April waktu setempat dan bertemu dengan para anggota parlemen AS di Capitol Hill. Pertemuan tersebut kemungkinan akan fokus membahas Korea Utara, Suriah, konflik Israel-Palestina dan pemotongan bantuan AS untuk pendanaan PBB, yang telah menimbulkan kekhawatiran akan dukukungan pemerintahan Trump pada badan dunia tersebut.

Selama ini AS merupakan kontributor terbesar untuk PBB, dengan membayar 22 persen dari anggaran inti US$ 5,4 miliar dan 28,5 persen dari anggaran penjaga perdamaian US$ 7,9 miliar. Namun pemerintahan Trump telah memangkas dana sebesar US$ 32,5 juta dari badan Dana Populasi PBB, yang mengadakan program Keluarga Berencana di 150 negara, dan sedang berupaya untuk mengurangi dan menutup misi-misi penjaga perdamaian.

Sebelumnya, saat masa kampanye kepresidenannya, Trump menyebut PBB "hanya sebagai klub untuk orang-orang berkumpul, berbicara dan bersenang-senang."

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads