DetikNews
Jumat 21 April 2017, 10:16 WIB

Pelaku Penembakan Champs Elysees Masuk Radar Intelijen Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Pelaku Penembakan Champs Elysees Masuk Radar Intelijen Prancis Situasi di lokasi penembakan di Champs Elysees, Paris (Benjamin Cremel/AFP)
Paris - Pelaku penembakan di Champs Elysees, Paris, Prancis pernah diselidiki terkait terorisme. Pelaku yang identitasnya belum dirilis ke publik ini, tidak asing bagi otoritas keamanan Prancis.

Dituturkan sumber yang memahami penyelidikan insiden ini kepada CNN, Jumat (21/4/2018), bahwa pelaku dikenal oleh dinas keamanan Prancis karena aktivitas radikalnya. Tidak hanya itu, pelaku juga pernah menembak seorang polisi hingga luka-luka beberapa tahun lalu.

Pelaku disebut menjadi subjek dalam dokumen pengintaian 'Fiche S' dan masuk dalam radar intelijen Prancis atau dinas keamanan domestik Prancis (DGSI). Tidak dijelaskan lebih lanjut soal aktivitas radikal pelaku yang membuatnya masuk daftar pengintaian.



Baca juga: Pelaku Penembakan di Champs Elysees Tewas Ditembak Polisi

Tahun 2001, pelaku yang berkewarganegaraan Prancis ini menembak dua polisi hingga luka-luka, saat dia dihentikan mobil polisi. Dia kemudian ditahan. Saat diinterogasi polisi, pelaku merampas senjata polisi dan menembak polisi itu sebanyak tiga kali. Pelaku lalu diadili atas serangan itu.

Terkait kasus tahun 2001 itu, pelaku akhirnya dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan percobaan pembunuhan pada tahun 2005. Selain kasus tahun 2001 itu, pelaku juga dilaporkan memiliki catatan kriminal terkait kasus perampokan.

Ditambahkan seorang sumber kepolisian Prancis kepada AFP, bahwa pada Februari lalu, pelaku sempat ditangkap atas kecurigaan merencanakan serangan untuk membunuh personel kepolisian. Namun akhirnya dia dibebaskan karena kurang bukti.

Baca juga: Trump Sebut Penembakan di Champs Elysees Seperti Serangan Teroris

Dalam serangan terbaru pada Kamis (20/4) malam, pelaku melepas tembakan ke arah mobil polisi dengan senjata otomatis di Champs Elysees. Tembakan itu menewaskan satu polisi di lokasi kejadian. Pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi, namun sambil tetap melepas tembakan.

"Pelaku kemudian melarikan diri, berhasil menembak dan melukai dua polisi lainnya. Satu polisi datang dan menembak dan menewaskan pelaku," terang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis, Pierre Henry Brandet.

Otoritas Prancis enggan merilis identitas pelaku dan menyatakan masih menyelidiki apakah ada keterlibatan pelaku lain dalam insiden ini. Meskipun seorang sumber menuturkan bahwa penyidik Prancis meyakini insiden ini sebagai aksi teroris dan meyakini hanya ada satu pelaku.


(nvc/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed