Pekan ini, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan keamanan di dekat Biara Gereja St Catherine di Sinai bagian selatan. Insiden itu menjadi insiden terbaru terhadap warga minoritas Kristen di Mesir.
Dalam pernyataannya via akun Facebook resmi, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/4/2017), militer Mesir menyebut serangan udara ditargetkan terhadap militan Ansar Bayt al-Maqdis yang telah menyatakan sumpah setia pada ISIS tahun 2014 lalu dan menggunakan nama Sinai Province.
Militer Mesir tidak menyebut nama pemimpin ISIS yang tewas dalam serangan itu. Namun mereka menyebut salah satu yang tewas sebagai anggota kelompok militan paling terkemuka dan satu lagi disebut sebagai Kepala Komisi Hukum Syariah ISIS di Sinai.
Satu lagi yang tewas disebut sebagai pejabat yang bertugas melakukan interogasi. Belum ada komentar dari ISIS terkait serangan udara Mesir ini.
Bertahun-tahun, Mesir terus melakukan perlawanan terhadap kelompok militan yang merajalela di Sinai. Kelompok itu mulai menyatukan kekuatan setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Mursi tahun 2013 lalu.
Beberapa waktu terakhir, Mesir memperketat pengamanan menjelang kunjungan Paus Fransiskus yang dilakukan pekan depan. Pengamanan juga diperketat setelah terjadi ledakan bom di dua gereja setempat yang diklaim oleh ISIS.
(nvc/tor)











































