Email Adidas Soal Maraton Boston Picu Kemarahan Publik

Email Adidas Soal Maraton Boston Picu Kemarahan Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Apr 2017 11:42 WIB
Email Adidas Soal Maraton Boston Picu Kemarahan Publik
Penonton menyemangati para pelari maraton Boston (AFP Photo/Kayana Szymczak)
Boston - Perusahaan raksasa pakaian olahraga asal Jerman, Adidas, memicu kemarahan publik karena ucapan selamat untuk para pelari Maraton Boston. Adidas memberikan ucapan selamat kepada para pelari yang disebutnya 'selamat' dalam maraton itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (19/4/2017), pilihan kata yang digunakan Adidas itu membangkitkan kenangan buruk atas tragedi bom Maraton Boston tahun 2013 lalu.

"Selamat, Anda selamat dalam Maraton Boston!" demikian pernyataan Adidas dalam subjek email yang dikirimkan ke 26.492 pelari yang ikut berpartisipasi dan berhasil menyelesaikan event maraton tahunan di Boston, Amerika Serikat itu pada Senin (17/4) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bunyi subjek email itu memicu kemarahan publik di media sosial. Banyak yang memposting screenshot email itu dan mengecamnya.

Melihat membludaknya reaksi negatif, Adidas North America melalui akun Twitter resminya, @adidasUS, langsung menyampaikan permohonan maaf.

"Kami sungguh meminta maaf. Jelas, tidak ada pemikiran matang pada kalimat subjek email yang tidak sensitif yang kami kirimkan pada Selasa (18/4)," kicau Adidas via Twitter.

"Kami meminta maaf secara mendalam atas kesalahan kami," imbuhnya.

Sebelumnya pada 15 April 2013, dua kakak-beradik keturunan Chechnya (Rusia), yakni Tamerlan dan Dzokhar Tsarnaev, meninggalkan bom panci presto di dekat garis finish Maraton Boston saat itu. Bom meledak saat para pelari sampai di garis finish. Sedikitnya 3 orang tewas dan 264 orang luka-luka dalam peristiwa itu.

Maraton Boston merupakan ajang lari maraton tahunan yang tertua dan salah satu lomba lari yang paling bergengsi di dunia. Dalam maraton yang digelar Senin (17/4) waktu setempat, pelari Geoffrey Kirui dan Edna Kiplagat asal Kenya meraih gelar juara untuk kategori pria dan wanita.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads