Aksi mogok makan yang dipimpin oleh tokoh populer Fatah, Marwan Barghouti tersebut telah berlangsung sejak Senin (17/4) waktu setempat. Kepala urusan tahanan untuk Otoritas Palestina, Issa Qaraqe mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/4/2017) bahwa sekitar 1.300 tahanan melakukan aksi mogok makan. Dikatakannya, jumlah tersebut masih bisa bertambah.
Menurut Klub Tahanan Palestina, sebuah NGO, jumlah peserta mogok makan mencapai 1.500 tahanan. Aksi ini dilakukan untuk menuntut hak-hak dasar dan memprotes buruknya kondisi di dalam penjara-penjara Israel. Ini merupakan aksi mogok makan tahanan Palestina yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Keamananan Publik Israel Gilad Erdan bersumpah bahwa otoritas Israel tak akan bernegosiasi dengan para tahanan tersebut. Dikatakannya, Barghouti telah dipindahkan ke penjara lain dan ditempatkan dalam sel tersendiri.
"Mereka itu para teroris dan pembunuh yang dipenjara, yang mendapatkan apa yang pantas untuk mereka dan kami tak ada alasan untuk bernegosiasi dengan mereka," ujar Erdan pada radio militer Israel.
Dikatakan Erdan, Barghouti kini ditempatkan di sel terpisah dikarenakan tindakannya yang menyerukan aksi mogok makan tersebut telah melanggar aturan penjara.
Barghouti saat ini sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup atas perannya dalam intifada Palestina yang kedua. Dia merupakan figur populer di Palestina, dengan sejumlah hasil polling menunjukkan dia bisa memenangi pemilihan presiden Palestina.
(ita/ita)











































