Rencanakan Serangan Jelang Pilpres Prancis, 2 Pria Ditangkap

Rencanakan Serangan Jelang Pilpres Prancis, 2 Pria Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Apr 2017 19:27 WIB
Rencanakan Serangan Jelang Pilpres Prancis, 2 Pria Ditangkap
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Paris - Kepolisian Prancis menangkap dua pria yang dicurigai merencanakan serangan menjelang pemilihan presiden Prancis putaran pertama yang dimulai 23 April mendatang.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (18/4/2017), kedua pria yang ditangkap itu berusia 23 tahun dan 29 tahun. Identitas keduanya tidak dirilis ke publik. Dituturkan salah satu sumber yang memahami penyelidikan kasus ini, kedua pria itu ditangkap secara terpisah oleh agen dinas intelijen domestik Prancis di kota Marseille. Polisi setempat telah memburu keduanya sejak pekan lalu.

Sumber kepolisian dan kehakiman setempat menyebut kedua pria itu merencanakan serangan selama pemilu presiden berlangsung di Prancis. Menteri Dalam Negeri Prancis, Matthias Fekl, menyebut serangan itu akan dilakukan 'beberapa hari lagi'. Namun sayangnya Fekl tidak menjelaskan lebih lanjut soal rencana serangan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan sumber kepolisian itu, bahwa kedua pria ini diduga diradikalisasi selama menjalani masa hukuman di dalam penjara. Selain menangkap keduanya, kepolisian juga menggeledah sebuah apartemen yang ditempati keduanya.

Prancis akan menggelar pemilu untuk memilih presiden baru pada 23 April mendatang, untuk putaran pertama. Sedangkan putaran kedua dijadwalkan digelar pada 7 Mei.

Prancis berada di bawah masa darurat, yang diperpanjang beberapa kali, setelah serangkaian serangan teror melanda wilayahnya. Lebih dari 230 orang tewas akibat serangkaian serangan teror di ibu kota Paris dan wilayah lainnya sejak tahun 2015.

Capres Prancis yang antiimigrasi dan anti-Uni Eropa, Marine Le Pen, mengklaim dirinya sebagai yang terbaik dalam melawan kelompok militan radikal. Le Pen dan capres lainnya, Emmanuel Macron (39) yang sangat mengagumi Uni Eropa memimpin dalam polling terbaru, dengan masing-masing mendapat perolehan suara sekitar 22-24 persen.

Kandidat sayap kiri radikal Jean-Luc Melenchon dan mantan Perdana Menteri Prancis yang beraliran konservatif Francois Fillon mulai memberikan perlawanan. Kancah pencapresan Prancis kini diramaikan oleh keempat kandidat itu, dengan dua kandidat pemenangan putaran pertama akan bertarung kembali pada putaran kedua.

Para capres telah mendapat briefing soal rencana serangan ini. Selama masa kampanye dan pilpres nanti, mereka mendapatkan pengawalan ketat. "Semuanya akan dilakukan demi menjamin keamanan (pilpres)," tegas Fekl.

(nvc/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads