Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (18/4/2017), sebuah bom rakitan dilemparkan ke atap sebuah pom bensin di kota Tacurong, Pulau Mindanao pada Senin (17/4) malam waktu setempat. Wilayah Mindanao sendiri dilanda konflik dengan pemberontak muslim selama satu dekade terakhir.
Juru bicara kepolisian setempat, Inspektur Romeo Galgo, menyebut para korban luka terdiri atas dua tentara, tiga polisi dan dua warga sipil. Mereka luka-luka akibat ledakan kedua yang mengguncang beberapa menit setelah ledakan pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa menyimpulkan bahwa ini merupakan aksi terorisme," sebut Galdo kepada AFP.
"Kami masih memeriksa seluruh sudut pandang, mengingat adanya kelompok yang mengancam di sekitar lokasi," imbuhnya, merujuk pada kelompok militan lokal yang marak di Provinsi Maguindanao.
Mindanao merupakan wilayah yang paling banyak dihuni warga minoritas muslim di Filipina, yang didominasi warga penganut Katolik.
Kelompok pemberontak muslim terbesar di Filipina, Front Pembebasan Islamis Moro (MILF), sedang dalam perundingan damai dengan pemerintah. Namun kelompok ekstremis lainnya yang telah menyatakan sumpah setia pada kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) masih rutin melancarkan serangan bom dan penculikan.
(nvc/try)











































