Dilansir CNN, Jumat (14/4/2017), menurut 4 pejabat militer AS, bom itu panjangnya 30 kaki, berat 21.600 pound, dan menggunakan sistem GPS.
Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai sebagai 'pekerjaan lain yang sukses' pada Kamis. Bom itu sendiri dijatuhkan pada pukul 07.32 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pejabat mengatakan target bom itu adalah gua dan kompleks terowongan ISIS dan personel di distrik Achin, Provinsi Nangarhar, daerah terpencil di timur Afgahanistan yang berbatasan dengan Pakistan.
"AS memerangi ISIS dengan sangat serius," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer. (idh/idh)











































