Dilansir Reuters, Jumat (14/4/2017), bom itu dijatuhkan pada Kamis (13/4) waktu setempat. Juru bicara Pentagon, Adam Stump menuturkan, ini merupakan kali pertama bom jenis tersebut dijatuhkan dalam pertempuran dari pesawat MC-130.
Seperti diketahui, 'ibu dari semua bom' GBU-43 ini adalah bom dengan 21,600 pound (9.797 kg) mesiu yang menggunakan sistem GPS. Bom ini pertama kali diuji-coba pada Maret 2003 silam, hanya beberapa sebelum dimulainya perang Irak.
Kepala pasukan internasional dan AS di Afghanistan, Jenderal John Nicholson, mengatakan bom itu digunakan menyerang gua dan bunker pejuang perumahan Negara Islam di Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS-K.
"Ini adalah mesiu yang tepat untuk mengurangi hambatan tersebut dan menjaga momentum ofensif melawan ISIS-K," kata Nicholson dalam pernyataannya.
Belum diketahui berapa banyak kerusakan akibat bom tersebut. (idh/idh)











































