Dikatakan Spicer, Presiden Assad bersalah atas perbuatan-perbuatan yang lebih buruk dari kekejaman Hitler.
"Kita tidak menggunakan senjata kimia dalam Perang Dunia II," kata Spicer kepada para wartawan seperti dilansir New York Times, Rabu (12/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Spicer dalam konferensi pers saat dirinya menyampaikan pembelaan atas seragan rudal AS ke pangkalan udara Suriah pada Jumat, 7 April lalu. Presiden Donald Trump memerintahkan serangan rudal itu dengan dalih untuk merespons serangan senjata kimia di provinsi Idlib, Suriah pada 4 April lalu.
Komentar Spicer mengenai Hitler dan Assad tersebut menuai kritikan dari lingkaran Yahudi di AS, bahkan beberapa menyerukan pengunduran dirinya. Beberapa jam kemudian, Spicer muncul di televisi CNN dan menyampaikan permintaan maaf karena telah membandingkan Assad dengan Hitler.
"Terus terang, saya keliru menggunakan komentar yang tidak semestinya dan tidak sensitif mengenai Holocaust dan tak ada perbandingan tersebut," ujar juru bicara Trump tersebut.
"Untuk itu saya minta maaf. Adalah salah melakukan hal itu," imbuhnya.
Spicer pun mengatakan, Hitler memang menggunakan senjata kimia, namun tetap ada perbedaan dengan yang dilakukan Assad. Dicetuskannya, Assad menggunakan gas saraf sarin terhadap rakyatnya sendiri.
(ita/ita)











































