Inggris, Prancis dan Amerika Serikat mengajukan draf resolusi tersebut sebagai respons atas dugaan serangan kimia di kota Khan Sheikhun yang dikuasai pemberontak Suriah.
Sidang voting tersebut dijadwalkan digelar pada Rabu (12/4) pukul 15.00 waktu setempat. Menurut para diplomat seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/4/2017), Rusia diperkirakan akan menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan resolusi tersebut. Jika benar demikian, maka ini akan menjadi yang kedelapan kalinya Moskow menggunakan hak vetonya di DK PBB untuk menghalangi tindakan-tindakan terhadap sekutunya, Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DK PBB juga meminta pemerintah Suriah untuk memberikan rencana penerbangan, data penerbangan dan informasi lain mengenai operasi militernya pada 4 April, serta menyerahkan nama-nama komandan setiap pesawat dan memberikan akses para penyelidik PBB ke pangkalan-pangkalan udara.
Pemerintah AS dan negara-negara Barat menuding rezim Assad memerintahkan serangan kimia di Khan Sheikhun yang menewaskan setidaknya 87 orang, termasuk 31 anak-anak. Tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Suriah.
Pada Selasa (10/4), Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan penyelidikan menyeluruh oleh OPCW dan menyebutkan bahwa Assad telah menjadi target tuduhan palsu.
(ita/ita)











































