"Korea Utara mencari masalah," tulis Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, seperti dilansir AFP, Selasa (11/4/2017).
"Jika China memutuskan untuk membantu, itu akan hebat. Jika tidak, kita akan menyelesaikan persoalan tanpa mereka!" imbuh pernyataan Trump itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menggelar pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Florida, AS, pada Kamis (6/4) malam waktu setempat, Trump melancarkan serangan rudal ke Suriah. Selain menanggapi serangan kimia dari rezim Suriah, langkah itu juga diinterpretasikan secara luas sebagai peringatan AS untuk Korut.
"Saya menjelaskan kepada Presiden China, bahwa kesepakatan perdagangan dengan AS akan jauh lebih baik bagi mereka, jika mereka menyelesaikan persoalan Korea Utara!" ucap Trump dalam kicauan sebelumnya.
AS telah mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir, USS Carl Vinson, ke perairan Pasifik Barat yang dekat dengan Semenanjung Korea sejak Sabtu (8/4) waktu setempat. Pengerahan kapal induk yang memiliki pasukan serbu ini bertujuan untuk pamer kekuatan pada Korut.
Baca juga: Rusia Khawatir AS Akan Serang Korut
Kapal induk USS Carl Vinson itu dikawal dua kapal penghancur USS Wayne E Meyer dan USS Michael Murphy, dan satu kapal jelajah USS Lake Champlain. Dua kapal penghancur dan satu kapal jelajah itu dilengkapi dengan sistem pertahanan rudal Aegis. Angkatan Laut AS sebelumnya melacak peluncuran rudal Korut dengan Aegis, yang bisa menembak jatuh rudal balistik seperti yang diuji coba Korut beberapa waktu terakhir.
Dalam pernyataan sebelumnya, Trump mengancam akan melakukan aksi militer sepihak terhadap Korut, jika China yang merupakan sekutu Korut satu-satunya, gagal menghentikan ambisi nuklir Korut.
Menanggapi berbagai peringatan dan ancaman AS, Korut menyatakan siap berperang. Bahkan yang terbaru, Korut melontarkan ancaman untuk menyerang AS dengan nuklir jika diprovokasi.
(nvc/nwk)











































