Menurut seorang jurnalis AFP di lokasi kejadian, ledakan tersebut bisa terdengar di sejumlah kawasan di kota Diyarbakir. Tampak kepulan asap membubung di lokasi.
Menurut paramedis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/4/2017), setidaknya empat orang terluka dalam insiden itu. Belum diketahui penyebab ledakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem itu akan memungkinkan presiden untuk mengeluarkan dekrit, menyatakan keadaan darurat, serta menunjuk menteri dan pejabat negara. Hal ini juga memungkinkan Erdogan tetap berkuasa di negara anggota NATO itu hingga tahun 2029 mendatang.
Pendukung Erdogan melihat rencana perubahan itu sebagai jaminan stabilitas pada saat menghadapi gejolak. Namun oposisi mengkhawatirkan negara tersebut akan menghadapi otoritarianisme. Terlebih, setelah kudeta militer gagal, otoritas Turki telah menangkap puluhan ribu orang, mulai dari guru, jurnalis, tentara, hingga polisi. (ita/ita)










































