Kedua pemimpin juga menyerukan adanya penyelidikan obyektif atas insiden yang melibatkan senjata kimia di wilayah Suriah pada Selasa (4/4) lalu. Demikian pernyataan pemerintah Rusia seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (10/4/2017).
Sementara itu pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah merupakan "kesalahan strategis, dan pengulangan kesalahan di masa lalu."
Kunjungi 20detik untuk video-video menarik lainnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut media nasional Suriah, SANA, serangan rudal AS menewaskan 9 warga sipil, terdapat sedikitnya empat anak-anak. Namun menurut organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, empat tentara Suriah termasuk seorang perwira senior tewas dalam serangan AS itu. Perwira senior yang tewas dilaporkan berpangkat jenderal, namun identitasnya belum diketahui pasti.
Serangan rudal AS tersebut diperintahkan oleh Presiden Donald Trump menyusul gas beracun di kota Khan Shaykhun, provinsi Idlib, Suriah pada Selasa (4/4) yang menewaskan setidaknya 86 orang, termasuk puluhan anak-anak. Pemerintah AS dan negara-negara Barat lainnya menuduh rezim Presiden Assad sebagai dalang serangan kimia tersebut. Namun Suriah dan sekutu utamanya, Rusia membantah keras tuduhan tersebut.
(ita/ita)











































