Seperti dilansir AFP, Senin (10/4/2017), otoritas Israel juga mengimbau setiap warganya yang telah berada di wilayah Sinai, Mesir untuk segera meninggalkan wilayah itu. Sedikitnya 44 orang tewas dalam ledakan bom di gereja kota Tanta dan Alexandria pada Minggu (9/4) waktu setempat.
Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Iran Kutuk Serangan Bom di 2 Gereja Mesir
"Menyoroti ancaman yang muncul, biro antiteror menyarankan warga Israel yang kini ada di Sinai untuk segera meninggalkan wilayah itu dan kembali ke Israel," tegas pernyataan itu.
Bulan lalu, biro antiteror Israel merilis peringatan serupa untuk warga Israel yang bepergian ke Sinai. Kawasan Sinai sendiri merupakan tujuan populer untuk warga Israel, terutama menjelang hari raya Paskah yang jatuh pada pekan ini.
Dalam pernyataannya yang dirilis Minggu (9/4) waktu setempat, biro antiteror Israel menyebut peringatan perjalanan itu didasarkan pada penilaian dan pemeriksaan terbaru usai ledakan bom di Mesir.
"Meluasnya ancaman bagi warga Israel yang mengunjungi Sinai dan sekitarnya," sebut biro antiteror dalam pernyataannya.
Baca juga: Usai Teror Bom di Gereja, Mesir Tetapkan Keadaan Darurat 3 Bulan
(nvc/ita)










































