"Sebuah misi pencari fakta internasional harus dibentuk untuk menjelaskan masalah ini," kata Rouhani seperti dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (8/4/2017).
"Tentu saja, pihak-pihak yang bias tak bisa dimasukkan dalam misi ini dan AS tak boleh memimpin (misi), masalah ini harus diselidiki oleh negara-negara netral untuk menemukan darimana senjata kimia itu berasal, siapa yang membawanya atau apakah memang ada senjata kimia yang terlibat atau tidak," imbuh Rouhani dalam sebuah pertemuan ekonomi nasional di Teheran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdalih untuk merespons serangan kimia tersebut, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan rudal ke pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs pada Jumat (7/4). Washington menyebut dari pangkalan udara Suriah itulah serangan kimia dilancarkan.
Pemerintah Iran mengutuk serangan rudal AS ke Suriah. "Orang itu (Trump) yang kini menguasai AS, mengklaim bahwa dia ingin memerangi teroris, namun dengan langkah ini, semua teroris di Suriah senang dan merayakan," cetus Rouhani.
(ita/ita)











































