Arab Saudi Dukung Penuh Serangan Rudal AS ke Suriah

Arab Saudi Dukung Penuh Serangan Rudal AS ke Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 07 Apr 2017 14:42 WIB
Arab Saudi Dukung Penuh Serangan Rudal AS ke Suriah
AS tembakkan 59 rudal ke Suriah (Foto: Reuters)
Riyadh - Pemerintah Arab Saudi mendukung penuh serangan rudal Amerika Serikat ke pangkalan udara Suriah. Serangan rudal itu diperintahkan oleh Presiden Donald Trump menyusul serangan kimia ke kota Khan Sheikun, Suriah.

"Arab Saudi mendukung penuh operasi militer AS terhadap target-target militer di Suriah, yang merupakan respons atas penggunaan senjata kimia rezim terhadap warga sipil tak bersalah," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi kepada kantor berita Saudi, SPA dan dilansir AFP, Jumat (7/4/2017).


Dikatakan pejabat Saudi tersebut, rezim Presiden Bashar al-Assad merupakan satu-satunya pihak yang harus disalahkan setelah "kejahatan mengerikan yang dilakukannya selama bertahun-tahun terhadap rakyat Suriah."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat Saudi itu pun menyebut Trump berani atas tindakan yang diambilnya di saat "komunitas internasional telah gagal menghentikan tindakan-tindakan rezim Suriah."

Serangan rudal AS itu dilakukan pada Kamis (6/4) malam waktu AS, atau Jumat (7/4/) dini hari, sekitar pukul 03.45 waktu setempat. Sedikitnya 59 rudal Tomahawk ditembakkan dari dua kapal perang AS, USS Porter dan USS Ross, yang siaga di Laut Mediterania.

Rudal-rudal itu ditembakkan secara terarah pada pesawat tempur, landasan udara dan pusat pengisian bahan bakar di pangkalan udara Shayrat. Seorang sumber militer Suriah, seperti dilansir AFP, mengakui serangan AS itu mengenai salah satu pangkalan udara mereka dan memicu kerusakan.

Serangan rudal AS itu diperintahkan Trump untuk merespons serangan kimia di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib. Pangkalan udara Shayrat dipilih sebagai target serangan AS karena pangkalan udara itu merupakan asal pesawat yang menjatuhkan bom-bom kimia di Khan Sheikhun.

Serangan kimia di kota Suriah yang dikuasai pemberontak tersebut menewaskan lebih dari 80 orang, termasuk puluhan anak-anak. AS dan negara-negara Barat lainnya menuding rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai dalang di balik serangan kimia itu.

Rezim Suriah membantah tudingan itu dan menyalahkan kelompok pemberontak setempat. Namun Departemen Pertahanan AS memperlihatkan citra satelit hasil pelacakan radar, yang menunjukkan sebuah pesawat tempur Suriah meninggalkan pangkalan udara Shayrat dan mengudara ke area Khan Sheikhun yang menjadi lokasi serangan kimia pada Selasa (4/4) waktu setempat. (ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads