"Tindakan sangat keji oleh rezim Bashar al-Assad merupakan konsekuensi dari kelemahan dan keraguan pemerintahan terdahulu," ujar Trump seperti dilansir News.com.au, Rabu (5/4/2017).
"Presiden Obama mengatakan pada tahun 2012 bahwa dia akan menetapkan 'garis merah' terhadap penggunaan senjata kimia, dan dia kemudian tidak melakukan apapun," kata Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump sendiri tidak benar-benar proaktif soal konflik berkepanjangan di Suriah. Bahkan beberapa hari lalu, Trump memerintahkan perubahan besar dalam kebijakan AS, yakni tidak lagi memprioritaskan pelengseran Assad. Melainkan lebih fokus ke upaya-upaya mengalahkan kelompok radikal ISIS.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menyatakan, masa depan Assad akan diputuskan oleh rakyat Suriah, bukan negara-negara Barat.
(ita/ita)











































