Otoritas Turki menahan 18 orang yang berusaha melintasi perbatasan secara ilegal dari Suriah. Salah satunya, seorang pria asal Chechnya yang dicurigai merencanakan serangan di wilayah Turki.
Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017), militer Turki menyatakan pihaknya menemukan bahan peledak dari pria Chechnya yang tidak disebut namanya itu. Peledak seberat 1,5 kilogram dan dua buah granat ada di dalam tas yang dibawa pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria Chechnya itu ditangkap bersama sekelompok orang yang terdiri dari 9 pria, empat wanita dan empat anak-anak. Semuanya ditangkap saat berusaha melintasi perbatasan Turki-Suriah secara ilegal.
Chechnya masih merupakan bagian wilayah Rusia. Selama ini, Rusia waspada terhadap militan berbahasa Rusia yang pulang dari Suriah, usai bertempur bersama kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Penangkapan ini terjadi setelah ledakan bom mengguncang kereta bawah tanah di kota Saint Petersburg, Rusia pada Senin (3/4) waktu setempat. Sedikitnya 14 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat ledakan itu.
Kantor berita Rusia, Interfax, menyebut ledakan itu dipicu seorang pengebom bunuh diri yang terkait dengan kelompok militan radikal. Secara terpisah, dinas keamanan Kyrgyzstan GNKB mengidentifikasi pelaku pengeboman sebagai warga Rusia yang lahir di Kyrgyztan bernama Akbarzhon Jalilov. Motif ledakan bom itu belum diketahui pasti.
(nvc/ita)











































