Miroslav Gronych bulan lalu mengaku bersalah karena bertugas saat kadar alkohol dalam darahnya mencapai tiga kali lebih besar dari limit yang diizinkan. Pilot asal Slovakia itu dikawal turun dari pesawat Sunwing Airlines di Calgary, Kanada pada 31 Desember 2016 lalu sebelum penerbangan ke Cancun, Meksiko.
Di pengadilan terungkap seperti dilansir News.com.au, Selasa (4/4/2017), bahwa ketika Gronych masuk ke dalam pesawat, dia berjuang untuk menggantung mantelnya dan terhuyung-huyung. Dia juga mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam putusannya pada Senin (3/4) waktu setempat, Hakim Anne Brown juga melarang Gronych terbang selama setahun setelah pembebasannya nanti. Ditekankan Brown, pilot berumur 37 tahun itu tengah menjalani pengobatan untuk kecanduan alkohol dan telah berhenti minum alkohol sejak insiden tersebut.
Sunwing Airlines yang merupakan maskapai Kanada berbiaya hemat, menyatakan pihaknya menerapkan kebijakan teloransi nol bagi para kru pesawat yang mengkonsumsi alkohol dalam waktu 12 jam sebelum bertugas. (ita/ita)










































