"Hal yang mengerikan. Benar-benar hal yang mengerikan," ujar Trump seperti dilansir Reuters, Selasa (4/4/2017).
Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin masih enggan berkomentar banyak soal peristiwa yang menewaskan 11 orang itu. Putin mengatakan bahwa segala kemungkinan penyebab terjadi bom masih diselidiki, termasuk kemungkinan serangan teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diapun mengaku sudah berkoordinasi dengan pasukan khusus terkait bom yang meledak di stasiun bawah tanah tersebut.
"Saya sudah berbicara dengan kepala pasukan khusus kami. Mereka akan bekerja untuk memastikan penyebab (dari ledakan)," tutur Putin.
Sebelumnya, Bom meledak di stasiun kereta bawah tanah di kota St Petersburg. Data terbaru, 11 orang meninggal dan 39 orang lainnya luka-luka akibat ledakan itu.
Perdana Menteri Rusia Dimtry Medvedev menyebut ledakan bom di St Petersburg merupakan serangan teror.
"Semua korban serangan teroris di kereta metro St Petersburg akan diberi bantuan," ujar Dimtry di akun Facebooknya, @Dmitry.Medvedev. (bis/dnu)










































