Bom meledak di stasiun kereta bawah tanah di kota St Petersburg. Data terbaru, 11 orang meninggal akibat ledakan itu.
Dikutip dari CNN, Senin (3/4/2017), Kementerian Kesehatan Rusia merilis data terbaru korban ledakan bom. 11 Orang dinyatakan tewas dan 39 orang lainnya luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua korban serangan teroris di kereta metro St Petersburg akan diberi bantuan," ujar Dimtry di akun Facebooknya, @Dmitry.Medvedev.
Foto: Reuters |
Sempat beredar spekulasi ledakan ditujukan ke Presiden Rusia Vladimir Putin yang dikabarkan akan menggunakan kereta bawah tanah. Namun pihak kepresidenan membantah kabar itu.
"Nonsense. Presiden sedang bekerja di Strelna," kata juru bicara Presiden, Dmitry Peskov.
Presiden Putin diketahui sedang berada di St Petersburg saat ledakan terjadi. Dia menemui tamu dari Belarusia di Istana Konstantin di Strelna.
Foto: CNN |











































Foto: Reuters
Foto: CNN