Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan hal tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran akan program senjata Korut. Pyongyang telah menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mengembangkan rudal jarak jauh yang bisa membawa hulu ledak nuklir, yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat. Sejauh ini, negeri komunis itu telah lima kali melakukan uji coba nuklir, yang dua di antaranya dilakukan tahun 2016 lalu.
Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/4/2017), latihan gabungan AS, Korsel dan Jepang yang dimulai hari ini akan berlangsung tiga hari. Latihan ini melibatkan lebih dari 800 prajurit. Latihan bersama ini dimulai setelah Presiden AS Donald Trump mengingatkan pada Minggu, 2 April waktu setempat bahwa AS siap mengambil tindakan sepihak terkait program nuklir Korut, jika China tak bersedia membantu AS menekan Korut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal itu bertujuan untuk memastikan respons efektif atas ancaman kapal selam Korut, termasuk rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) dan menunjukkan tekad kuat tiga negara," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Korsel.
Ketegangan di wilayah Semenanjung Korea telah meningkat sejak serangkaian rudal yang diluncurkan oleh Korut dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan beredar kabar bahwa Pyongyang tengah menyiapkan untuk kembali menggelar uji coba nuklir dalam waktu dekat ini.
Sebelumnya pada Februari lalu, Korut menembakkan empat rudal balistik ke perairan lepas pantai timurnya. Tiga dari empat rudal tersebut jatuh di wilayah perairan dekat Jepang.
(ita/ita)











































