Hujan lebat menyebabkan beberapa sungai meluap. Hal itu juga yang membuat material lumpur membanjiri perumahan dan jalan.
"Yang baru saja dilaporkan pada saya bahwa kita mengetahui 112 orang meninggal. Kita tetap mencari korban lainnya," ujar Presiden Kolombia Juan Manuel Santors usai tiba di Mocoa seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (1/4/2017) waktu setempat.
Foto: Dok. BBC |
Kepolisian setempat sebelumnya mengatakan terdapat 93 mayat yang ditemukan. Unit Pertolongan Bencana melaporkan 120 orang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa foto dari Twitter menunjukkan perkampungan yang dipenuhi lumpur dan rumah-rumah yang hancur. Video yang tersebar di media sosial juga menunjukkan beberapa warga melakukan pencarian di sekitar puing-puing.
"Ini adalah daerah yang luas. Banyak rumah yang hancur akibat longsor. Namun orang-orang telah dapat diperingatkan sebelumnya dan berhasil menyelamatkan diri," kata Wali Kota Mocoa Jose Antonio Castro.
Foto: Dok. BBC |
Castro juga menyebutkan terdapat dua jembatan yang putus akibat longsor. Presiden Kolombia tengah dalam perjalanan menuju kota Mocoa.
Kolombia diketahui sebagai negara yang berada di sekitar Pengunungan Andes. Hujan deras dan wilayah yang didominasi perbukitan di Kolombia diduga menjadi penyebab kerap terjadinya longsor.
(fdu/rna)











































Foto: Dok. BBC
Foto: Dok. BBC