Dilaporkan Wall Street Journal dan dilansir AFP, Sabtu (1/4/2017), pemecatan ini menindaklanjuti hasil penyelidikan internal kedutaan, setelah muncul laporan seorang staf yang memergoki staf lainnya sedang keluyuran mencurigakan di dalam kompleks Kedubes AS.
"Dalam keadaan bingung dan terlihat dalam pengaruh zat tertentu," sebut seorang pejabat AS seperti dikutip Wall Street Journal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada staf Departemen Luar Negeri AS yang terlibat insiden ini," imbuh pernyataan itu.
Tidak diketahui secara jelas, jenis narkoba apa yang digunakan para staf Kedubes AS itu. Identitas staf-staf yang dipecat juga tidak dirilis ke publik.
Terungkapnya kasus ini sungguh menjadi ironi bagi AS. Selama lebih dari 15 tahun terakhir, pemerintah AS menggelontorkan dana miliar dolar AS untuk membantu perang melawan narkoba di Afghanistan. Meskipun negara ini masih tetap menjadi penghasil opium terbesar di dunia.
Produksi opium menjadi sumber pendapatan utama bagi kelompok militan Taliban.
(nvc/fdn)











































