Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/3/2017), peringatan ini disampaikan Kedutaan Prancis di Beijing, China menyusul ketegangan di Paris, Prancis beberapa hari ini dengan adanya aksi-aksi demo yang diwarnai kerusuhan. Aksi demo yang dilakukan oleh komunitas Asia di Paris tersebut dipicu oleh kemarahan warga atas kematian seorang pria China akibat ditembak polisi Prancis.
Mengenai penusukan pria Prancis di Shanghai pada Rabu (29/3) waktu setempat, Kedutaan Prancis di Beijing tidak menyebutkan seberapa parah luka-luka yang diderita korban. Namun disebutkan bahwa pelaku penusukan telah ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan terhadap warga asing terbilang langka di China. Shanghai memiliki populasi sekitar 24 juta jiwa, dengan sekitar 12 ribu warga Prancis secara resmi terdaftar di konsulat Prancis di sana.
Sementara itu, terkait penembakan seorang warganya di Paris pada Minggu (26/3) lalu, pemerintah China meminta otoritas Prancis untuk melindungi warganya di negeri itu. Penembakan pria China bernama Shaoyo Liu (56) tersebut telah memicu aksi-aksi demo yang diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat polisi antihuru-hara di Paris. Setidaknya 35 orang telah ditangkap terkait aksi-aksi demo yang berujung rusuh tersebut. (ita/ita)











































