Militer Pakistan telah mengirimkan sebuah helikopter untuk mengevakuasi para korban luka dari Parachinar, ibukota distrik kesukuan Kurram.
"Itu bom mobil, mobil tersebut diparkir di pasar namun belum jelas apakah itu ledakan bunuh diri," ujar pejabat pemerintah setempat, Shahid Ali Khan seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (31/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan bom tersebut dan menyatakan, pemerintah akan melanjutkan upaya untuk memberantas kejahatan terorisme.
"Jaringan teroris telah rusak dan merupakan tugas nasional kita untuk melanjutkan perang ini hingga pemusnahan sepenuhnya momok terorisme dari tanah air kita," tegas Sharif dalam sebuah statemen.
Kurram merupakan satu dari tujuh distrik kesukuan semiotonomi Pakistan yang diatur menurut hukum dan adat istiadat setempat. Distrik tersebut dikenal akan kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah, yang jumlahnya mencapai 20 persen dari total 200 juta jiwa penduduk Pakistan.
Bulan lalu, lebih dari 80 orang tewas dan puluhan orang luka-luka dalam serangan di sebuah kuil Sufi di Pakistan selatan. Kelompok radikal ISIS mengklaim serangan itu. Pada Januari, setidaknya 21 orang tewas ketika ledakan bom terjadi di sebuah pasar sayur di Parachinar, ibukota Kurram.
(ita/ita)










































