"Kami punya informasi intelijen bahwa Korut bisa melakukan uji coba nuklir keenamnya pada minggu pertama April dan kami tengah dalam proses untuk mengkonfirmasi hal ini," ujar sumber intelijen militer Korea Selatan (Korsel) seperti dikutip harian Korea JoongAng dan dilansir media Press TV, Kamis (30/3/2017).
"Kami telah menentukan bahwa Korut diharapkan menyelesaikan semua persiapan untuk uji coba nuklir pada 31 Maret," imbuh sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Februari lalu, Korut meluncurkan sebuah rudal ke perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea, bertepatan dengan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Mar-a-Lago, sebuah resor milik Trump di Florida, AS.
Menurut harian Korea JoongAng, ada kemungkinan besar bahwa Korut akan kembali melakukan uji coba nuklir tersebut menjelang pertemuan antara Trump dengan Presiden China Xi Jinping di resor Florida tersebut. Gedung Putih memang belum mengumumkan secara resmi mengenai pertemuan tersebut. Namun seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan, kedua pemimpin akan bertemu pada 6-7 April mendatang.
"Waktu uji coba ini bukan kebetulan," ujar Rah Jong-yil, mantan kepala badan intelijen Korsel. "Kim Jong-Un (pemimpin Korut) jelas ingin membayangi pertemuan tingkat tinggi China-AS tersebut dan untuk menggarisbawahi fakta bahwa dia memiliki senjata nuklir," imbuhnya.
Sebelumnya, militer Korut pada awal bulan ini, juga menembakkan empat rudal balistik ke lautan dekat wilayah Jepang. (ita/ita)











































