Departemen Kehakiman AS menyatakan Candace Marie Claiborne tahu bahwa dua pria China yang kerap berurusan dengannya saat bekerja untuk Departemen Luar Negeri AS di China dan negara-negara lain, adalah berasal dari badan keamanan China. Uang puluhan ribu dolar AS yang diberikan kepada diplomat AS itu merupakan imbalan atas rahasia-rahasia AS yang disampaikan pada dua pria China.
"Candace Marie Claiborne adalah pegawai Departemen Luar Negeri AS yang memiliki izin keamanan untuk informasi-informasi sangat rahasia dan diduga tidak melaporkan kontaknya dengan agen-agen intelijen asing China yang memberikan hadiah ribuan dolar dan benefit," kata Pelaksana Tugas Wakil Jaksa Agung Mary McCord dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/3/2017).
"Claiborne menggunakan posisi dan aksesnya ke data diplomatik sensitif untuk keuntungan pribadi," imbuhnya.
Claiborne yang bekerja untuk Deplu AS sejak tahun 1999 ditangkap pada Selasa (28/3) waktu setempat. Wanita berumur 60 tahun yang memiliki masalah keuangan itu, mengaku tak bersalah dalam sidang pertamanya pada Rabu (29/3) waktu setempat.
Dalam dakwaan disebutkan, Claiborne tahu bahwa kedua pria China itu adalah agen-agen intelijen pemerintah China. "Namun dia tampaknya termotivasi oleh keuntungan dari hubungan pembagian informasinya pada mereka," demikian disebutkan dalam dakwaan.
Juru bicara Deplu AS Mark Toner menyebut perbuatan Claiborne merupakan pelanggaran kepercayaan publik.
"Ketika seorang pegawai publik diduga melakukan kesalahan atau kejahatan federal yang melanggar kepercayaan publik, kami dengan aktif menyelidiki klaim tersebut," tegasnya.
(ita/ita)











































