DetikNews
Rabu 29 Maret 2017, 17:34 WIB

Bangkai Kapal Sewol Diangkat, Ditemukan Tulang Hewan di Dalamnya

Novi Christiastuti - detikNews
Bangkai Kapal Sewol Diangkat, Ditemukan Tulang Hewan di Dalamnya Bangkai kapal Sewol saat diangkat dari dasar laut pada 24 Maret (News1 via REUTERS)
Seoul - Otoritas Korea Selatan (Korsel) telah mengangkat bangkai kapal feri Sewol yang tenggelam di perairan selatan Jindo sejak tiga tahun lalu. Ditemukan potongan tulang di dalam bangkai kapal. Tulang itu sempat diduga korban yang masih hilang, namun ternyata berasal dari binatang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/3/2017), sedikitnya 9 korban masih hilang dari 304 korban tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal feri Sewol pada 16 April 2014 lalu. Sebagian besar korban tewas merupakan remaja yang sedang ikut dalam perjalanan sekolah ke Pulau Jeju, dari Incheon. Hasil penyelidikan menyatakan kapal feri itu kelebihan muatan dan melaju terlalu cepat saat berbelok. Selama bertahun-tahun, bangkai kapal itu karam di dasar lautan dan akhirnya baru diangkat ke permukaan pada pekan lalu.

Bangkai kapal Sewol saat diangkat dari dasar laut pada 24 MaretBangkai kapal Sewol saat diangkat dari dasar laut pada 24 Maret Foto: News1 via REUTERS

Dalam pernyataan pada Selasa (28/3), Lee Cheol-Jo, pejabat Korsel yang memimpin satuan tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melakukan operasi pengangkatan Sewol ini menyebut, ditemukan enam potongan tulang yang diduga berasal dari setidaknya satu korban yang belum ditemukan.

Namun analisis terpisah dari Badan Forensik Nasional Korsel menunjukkan tujuh potongan tulang yang ditemukan di dalam bangkai kapal berasal dari binatang. Pakar forensik seperti dikutip kantor berita Yonhap menyebut potongan tulang itu berasal dari kaki babi yang ada di dalam kapal saat kejadian.

Kementerian Kelautan Korsel pun mengklarifikasi pernyataannya. Lee menyebut, potongan tulang itu memiliki panjang bervariasi mulai dari 4 cm hingga 18 cm. Potongan tulang itu muncul melalui jendela kapal, begitu bangkai kapal terangkat ke permukaan laut.

Bangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 MaretBangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 Maret Foto: Yonhap via REUTERS

Klarifikasi pemerintah Korsel ini, seperti dilansir AFP, memicu sindiran dari media-media setempat. Dalam halaman depan pada Rabu (29/3), Hankook Ilbo memasang judul: "Kementerian Kelautan memberikan keluarga korban pukulan ganda."

"Keluarga korban yang hilang telah melewati surga dan neraka saat pemerintah secara ceroboh memberikan pengumuman penting tanpa memeriksa fakta dasar," imbuh Hankook Ilbo.

Bangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 MaretBangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 Maret Foto: Yonhap via REUTERS

Harian Dong-A Ilbo menyebut pemerintah Korsel terlalu terburu-buru dalam memberi pengumuman. "Kementerian Kelautan melakukan kesalahan bodoh, lagi," tulis Dond-A Ilbo dalam halaman utamanya, sembari menyebut bahwa tulang hewan dan manusia mudah dibedakan dengan mata telanjang.

Bangkai kapal seberat lebih dari 6.800 ton itu diangkat dengan menggunakan dua kapal semi-selam (semi-submersible) berukuran raksasa dalam operasi yang super rumit. Bangkai kapal masih dalam bentuk utuh saat muncul ke permukaan dengan posisi miring ke samping. Bangkai kapal itu selanjutnya akan dibawa ke pelabuhan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Bangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 MaretBangkai kapal Sewol setelah diangkat dari dasar laut dan disiagakan di antara dua kapal semi-selam pada 26 Maret Foto: Yonhap via REUTERS

Keluarga korban, terutama keluarga 9 korban yang masih hilang, menggelar doa bersama di dekat kapal. Pemuka agama Katolik, Kristen Protestan dan Buddha bergantian membacakan doa untuk para korban.

Dari jumlah korban tewas, 250 orang di antaranya merupakan remaja dari satu sekolah yang sama. Kebanyakan dari para remaja itu dilaporkan mematuhi instruksi awak kapal untuk tetap berada di dalam kabin, saat badan kapal mulai miring. Bahkan ketika awak dan kapten kapal menyelamatkan diri, para remaja itu masih berada di dalam kapal.

Bangkai kapal Sewol berukuran raksasa masih utuh saat diangkat dari dasar lautBangkai kapal Sewol berukuran raksasa masih utuh saat diangkat dari dasar laut Foto: Yonhap via REUTERS

Upaya penyelamatan yang gagal dan besarnya jumlah siswa sekolah yang menjadi korban, memicu kemarahan rakyat Korsel. Banyak pihak yang menuding mantan Presiden Korsel Park Geun-Hye dan pemerintahannya lalai dalam insiden itu. Kapten kapal itu telah ditangkap dan dinyatakan bersalah atas dakwaan pembunuhan pada tahun 2015. Dia dijatuhi vonis penjara seumur hidup. Belasan awak kapal itu juga diadili dan divonis hukum lebih ringan. Dalam insiden semacam ini, kapten dan awak kapal seharusnya keluar paling terakhir, setelah seluruh penumpang diselamatkan.

Baca juga: Dramatisnya Pengangkatan Bangkai Kapal Sewol


(nvc/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed