Pemimpin Negara Arab Bertemu di Yordania Bahas Isu Palestina

Pemimpin Negara Arab Bertemu di Yordania Bahas Isu Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Mar 2017 13:51 WIB
Pemimpin Negara Arab Bertemu di Yordania Bahas Isu Palestina
Raja Yordania Abdullah II (kanan) menyambut Presiden Palestina Mahmud Abbas (REUTERS/Muhammad Hamed)
Amman - Para pemimpin negara-negara Arab menggelar pertemuan tahunan di Yordania untuk membahas terorisme dan konflik kawasan, terutama isu Palestina. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, juga ikut hadir dalam pertemuan ini.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (29/3/2017), sekitar 22 pemimpin negara-negara anggota Liga Arab dilaporkan hadir dalam pertemuan yang digelar di Sweimeh, pantai Laut Mati. Lokasi pertemuan hanya berjarak beberapa kilometer dari Tepi Barat dan area permukiman Israel yang dikecam dunia.

Selain Raja Salman, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi, Sekretaris Jenderal PBB yang baru, Antonio Guterres dan utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan ini. Dituturkan Menteri Informasi Yordania, mereka akan membahas konflik di berbagai negara, mulai dari Suriah, Irak, Libya dan Yaman, juga membahas pertempuran melawan terorisme dan konflik Israel-Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir pertemuan tingkat tinggi ini tidak akan berbeda dari pertemuan Arab sebelumnya. Sistem (politik) Arab cenderung lemah, terpecah-belah dan diwarnai cacat selama bertahun-tahun. Tidak ada terobosan baru yang akan muncul," terang Kepala Pusat Kajian Politik Al-Quds, Oraib al-Rantawi.

Secara terpisah, seorang pejabat Yordania menyebut pertemuan di Laut Mati ini digelar dengan pengamanan ketat dengan melibatkan kendaraan lapis baja yang disiagakan di perempatan yang menjadi lokasi pertemuan.

Pertemuan ini dianggap tidak akan mampu menjembatani perbedaan dalam isu Iran dan juga konflik di Suriah dan Yaman. Namun di sisi lain, para pemimpin Arab tetap kompak dalam mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

"Kami khawatir karena seharusnya ada konsensus Arab untuk isu Palestina, agar hal ini jelas tercerminkan dalam pembahasan negara-negara Arab dan para pemimpin mereka dengan pemerintah Amerika yang baru," tutur Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, kepada Reuters. Maliki menambahkan, AS akan mengirimkan perwakilan ke pertemuan di Yordania itu.

Sementara itu, draf resolusi untuk Yerusalem telah disusun untuk menentang rencana Presiden AS Donald Trump memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Draf itu juga menekankan opsi negara Palestina sebagai solusi konflik.

"Isu Palestina menjadi isu sentral. Itu menjadi penyebab mendasar dari konflik di kawasan (Timur Tengah) dan resolusi untuk itu menjadi kunci bagi perdamaian dan stabilitas. Kami berharap kami bisa meluncurkan kembali upaya memulai kembali perundingan yang serius," tegas Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads