Seperti dilansir ABC News dan media Australia, 9news.com.au, Rabu (29/3/2017), insiden ini terjadi di Bandara Francisco Carle di Jauja, yang berjarak 265 kilometer sebelah timur ibu kota Lima, pada Selasa (28/3) waktu setempat.
Pesawat jenis Boeing 737-300 itu terbakar sesaat setelah mendarat di landasan Bandara Francisco Carle. Foto dan video dari lokasi kejadian menunjukkan badan pesawat diselimuti kobaran api besar dan asap pekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan via Twitter, maskapai Peruvian Airlines menyatakan pesawat itu tergelincir saat melakukan pendaratan dan berujung miring ke sisi kanan. "Profesionalisme awak kabin kami yang tinggi mencegah terjadinya insiden besar," sebut Peruvian Airlines dalam pernyataannya.
Pihak maskapai memastikan, seluruh 141 penumpang di dalam pesawat telah dievakuasi dengan selamat. Peruvian Airlines menegaskan, tidak ada korban luka dalam insiden yang terjadi pada Selasa (28/3) sekitar pukul 16.30 waktu setempat ini. Tidak diketahui berapa jumlah awak dalam pesawat.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Transportasi dan Komunikasi Peru menyatakan, pesawat terbakar sebagai dampak dari 'pendaratan yang dipaksa'. Penyebab insiden ini masih terus diselidiki otoritas setempat.
(nvc/imk)











































