Topan tersebut menghantam di sekitar pulau Grat Barrier Reef yang terkenal dengan wisatanya. Seperti dilansir dari AFP, badai tersebut menghantam daerah pantai dari Queensland dengan kecepatan 270 kilometer per jam dekat dengan sumber utamanya.
Terdapat kekhawatiran adanya topan tersebut di pagi hari dapat menimbulkan ombak yang tinggi dan menyebabkab banjir parah. Namun, topan tersebut melemah saat melintas di antara perkotaan di Bowen dan Pantai Airlie di siang hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban lainnya belum dapat diketahui karena cuaca yang masih sangat berbahaya. Petugas belum dapat membantu warga meskipun banyak mucul panggilan permintaan tolong.
"Saat cuaca terang besok, kita akan mengirimkan bantuan untuk mengatasi kerusakan secara cepat," ujar pejabat Queensland Annastacia Palaszczuk.
"Semua orang akan sangat shock besok, hanya karena melihat dampak yang ditimbulkan akibat topan tersebut. Mari kita menguatkan diri," sambung Palaszczuk.
Palaszczuk mengatakan setidaknya 45 ribu rumah tidak teraliri listrik dan telepon. Ratusan sekolah dan pusat perawatan anak ditutup.
Warga melindungi rumahnya dengan kantong pasinr setelah kejadian serupa yang pernah terjadi pada 2011 lalu. Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan rumah dan pertanian mereka.
Pemerintah federal saat ini sedang bersiap untuk melakukan pembersihan. Tentara, helikopter dan pesawat disiapkan untuk mendukung misi tersebut.
Akibat dari badai tersebut dirasakan di sepanjang pantai yang berjarak seperti antara London dan Berlin meskipun tidak semua area terkena parah.
"Rasanya seperti berada di bawah kereta api di malam hari, dengan suara yang mengelegar. Angin bertiup keras dan gedung berguncang," kata seorang turis Cameron Berkman di pulau Hayman seperti yang dikatakannya pada Australian Broadcasting Corporation.
Politisi negara bagian Queensland, Mark Ryan mengatakan juga terdapat kekacauan di Pantai Airlie, gerbang utama menuju Kepulauan Whitsunday.
(fdu/bag)











































