Joseph Giaquinto (35) ditangkap pada Senin (27/3) waktu setempat terkait insiden di Pusat Islam Fort Collins pada Minggu (26/3) waktu setempat.
Kepala Kepolisian Fort Collins, John Hutto mengatakan, insiden vandalisme tersebut berdampak sangat nyata bagi komunitas muslim kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski gedung tersebut bisa diperbaiki, insiden ini menyebabkan luka yang lebih dalam yang tak akan pergi begitu saja," imbuhnya.
Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria menendang bagian luar pintu kaca masjid tersebut pada Minggu (26/3) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Pria itu juga menjungkirbalikkan kursi-kursi, memecahkan kaca jendela dan melemparkan sebuah teks Alkitab ke dalam masjid.
Fort Collins merupakan kota berpenduduk sekitar 160.000 orang yang berada sekitar 96 kilometer sebelah utara Denver. Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) menyerukan penyelidikan federal atas kemungkinan kejahatan kebencian dalam insiden tersebut.
CAIR menyatakan pihaknya telah mendokumentasi 34 kasus pengrusakan masjid di setidaknya 12 negara bagian sejak awal tahun 2017 ini. Menurut kelompok tersebut, serangan-serangan itu sebagai bagian dari lonjakan insiden antimuslim di seluruh AS, yang dimulai sejak kampanye kepresidenan dan meningkat setelah pemilihan presiden pada 8 November 2016 lalu. (ita/ita)










































